Pekanbaru – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Riau resmi menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Rokan Hilir sebagai bentuk penguatan kerja sama dalam bidang lingkungan, khususnya pengelolaan dan inovasi pengolahan sampah.
Kegiatan penandatanganan MoA ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hilir serta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Rokan Hilir. Turut hadir pula pimpinan FMIPA UNRI, dosen, serta perwakilan tim kerja sama yang terlibat dalam perencanaan program kolaboratif ke depan.



Dalam agenda tersebut, pembahasan difokuskan pada permasalahan pengelolaan sampah yang semakin kompleks serta peluang inovasi dalam mengolah sampah agar memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Diskusi mencakup pemanfaatan limbah organik untuk pertanian, pengolahan sampah berbasis teknologi, serta peran perguruan tinggi dalam memberikan solusi berbasis riset dan pengabdian kepada masyarakat.
Kepala DLHK Kabupaten Rokan Hilir menyampaikan bahwa kerja sama ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam upaya pengurangan volume sampah serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
“Permasalahan sampah tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah saja. Perlu keterlibatan akademisi melalui riset dan inovasi agar sampah tidak hanya dibuang, tetapi diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan FMIPA UNRI menegaskan komitmen fakultas dalam mendukung program lingkungan melalui pengembangan teknologi tepat guna, riset mahasiswa dan dosen, serta kegiatan pengabdian masyarakat yang terintegrasi.
Kehadiran Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Rokan Hilir juga memperkuat sinergi lintas sektor, khususnya dalam pemanfaatan hasil olahan sampah organik sebagai pupuk atau bahan pendukung sektor pertanian ramah lingkungan.
Melalui penandatanganan MoA ini, FMIPA UNRI dan DLHK Rokan Hilir sepakat untuk mengembangkan berbagai program bersama, mulai dari penelitian, pelatihan, pendampingan masyarakat, hingga implementasi inovasi pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan produktif, sekaligus mendukung pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.